kata demi kata mulai teruntai disetiap hariku..
kata demi kata kurangkai untuk engkau yang selalu memperhatikanku..
tuhan mempertemukan ita melalui sebuah mimpi...
kau hadir dimimpiku yang tak pernah kubayangkan sebelumnya, dan kau membuat mimpi itu menjadi sebuah khayalan yang terindah bahkan sulit untuk dilupakan..
yah, kamu .. kamu temanku, kamu sahabatku dan kamu yang aku kagumi...
kukira mimpi hanyalah mimpi yang takdirnya hanya sebuah mimpi dan angan-angan saja..
tapi ku salah, Tuhan menjawab semuanya. kenapa? kenapa Tuhan biarkan mimpi itu menjadi wujud nyata di realita?? ntahlah...
ku fikir Tuhan hanya memberiku satu dari sekian banyak manusia yang akan menggoreskan kebahagiaan dihidupku... dan ternyata kali ini aku salah lagi!
Tuhan berikan aku dia sebagai cobaan yang harus aku lewati.. bagaimana bisa rasa yang begitu aneh muncul?namun nyatanya rasa itu pun memang ada.. tak dapat dipungkiri, aku pun menaruh rasa yang bahkan lebih dari sekedar TEMAN.
aku tak tahu apakah yang aku rasakan ini sama seperti apa yang ia rasakan? apakah Tuhan memberikan kami rasa yang sama? atau hanya aku saja? waktu. mungkin butuh waktu untuk menjawab teka-teki ini.
setiap hari melihat wajah itu,wajah yang awalnya muncul dari sebuah mimpi, ternyata dia sahabatku sendiri! dan yang paling pilu itu ketika aku sadar bahwa Tuhan berikan aku tambatan hati yang telah mempunyai tulang rusuk! bagaimana mungkin aku bisa melewati ini semua?Cobaan ini awalnya sulit, dan sangat sulit.. hari demi hari melihat sesosok adam yang aku kagumi,namun kadang terlintas difikiranku, apakah ini orang yang harus aku perjuangkan? bagaimana mungkin aku memperjuangkan yang tak seharusnya aku perjuangkan?
Manjadda Wajada...
tak seharusnya rasa ini ada. dan tak seharusnya kata-kata indah ini terhanturkan untuk seorang adam yang tak pantas untuk diharapkan.
dia memang gagah, seseorang yang berprilaku mulia, seorang penghapal Al-qur'an dan calon seorang pemimpin. wajar saja dia banyak yang mengagumi. pilu memang pilu ketika mengetahui sahabat ku sendiri juga pernah menjadi bagian dari masa lalunya. ntah apa yang Tuhan rencanakan untukku saat ini. ketika aku sadar kalau dia tak pantas untuk aku perjuangkan, perlahan aku menjaga jarak dan pergi dari kehidupannya sebelum semuanya terlambat. Tuhan pun masih menunjukkan ujiannya untukku lagi. kali ini dia selalu memandangiku walau sebenarnya aku tahu dia melihatku secara diam-diam. Apakah ini rasa yang terbalas?ku rasa tak mungkin, dia sangat mencintai dan menyayangi tulang rusuknya. kepada-Mu Tuhan aku memohon petunjuk. bantu aku melewati jembatan hidup ini. jembatan gantung yang harus aku lalui walau selalu diterpah angin topan.....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar